Air merupakan salah satu kebutuhan pokok seluruh makhluk hidup.
Tanpa air makhluk hidup akan mati. Air merupakan kebutuhan dasar bagi
manusia dan makhluk hidup lainnya.
Kegunaan air bagi makhluk hidup antara lain:
(1) Untuk makan dan minum. Air dapat dikonsumsi langsung
(bagi binatang) dan dimasak dulu (bagi manusia). Sedangkan untuk
makan, air harus diolah bersama bahan makanan lain.
(2) Untuk MCK
(Mandi, Cuci, Kakus). Air sangat diperlukan untuk kepentingan manusia
yang berkaitan dengan aktivitas kebersihan.
(3) Untuk pengairan pada
pertanian dan perkebunan, pengairan dilakukan agar tanaman cukup air
15
untuk proses asimilasi dan fotosintesisnya.
(4) Untuk perikanan dan
pariwisata serta lalu lintas perairan.
Air yang berasal dari sungai, danau, dan sumber air lainnya akan
mengalir ke laut. Air yang berada di laut, sungai dan danau akan
mengalami penguapan. Penguapan menyebabkan air berubah wujud
menjadi uap air yang akan naik ke angkasa. Uap air ini kemudian
berkumpul menjadi gumpalan awan. Gumpalan awan yang ada di angkasa
akan mengalami pengembunan karena suhu udara yang rendah.
Pengembunan ini membuat uap air berubah wujud menjadi kumpulan
titik-titik air yang tampak sebagai awan hitam. Titik-titik air yang semakin
banyak akan jatuh ke permukaan bumi, yang dikenal sebagai hujan.
Sebagian air hujan akan meresap ke dalam tanah dan yang lainnya akan
tetap di permukaan. Air yang meresap ke dalam tanah inilah yang akan
menjadi sumber mata air sedangkan air yang tetap di permukaan, akan
dilalirkan ke sungai, danau, dan saluran air lainnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kelangsungan proses daur air
antara lain sebagai berikut:
(1) Pengurangan air tanah karena tidak ada
keseimbangan lingkungan;
(2) Terhalangnya proses penguapan air karena
ulah manusia, misalnya adanya pabrik-pabrik dan pemukiman yang terlalu
padat;
(3) Iklim dan cuaca yang memungkinkan tidak terjadi proses
pemanasan air; dan
(4) Lemahnya daya dorong angin terhadap awan yang
telah terbentuk.
Kegiatan manusia yang dapat menyebabkan terganggunya
daur air adalah penebangan pohon di hutan secara belebihan yang
mengakibatkan hutan menjadi gundul. Pada saat hujan turun, air hujan
tidak langsung jatuh ke tanah karena tertahan oleh daun-daun yang ada di
pohon. Air dari daun akan menetes ke dalam tanah atau mengalir melalui
pembuluh. Karena tertahan pada tubuh tumbuhan, jatuhnya air
menyebabkan tanah tidak terkikis. Air hujan yang meresap ke dalam tanah
selain dapat menyuburkan tanah juga disimpan sebagai sumber mata air.
Hutan gundul menyebabkan daur air terganggu karena cadangan air
yang berada di dalam tanah semakin berkurang, sehingga air yang berada
di sungai dan danau menjadi lebih sedikit. Kegiatan manusia lainnya yang
juga dapat mengakibatkan terganggunya daur air, diantaranya:
membiarkan lahan kosong tidak ditanami dengan tumbuhan menggunakan,
air secara berlebihan untuk kegiatan sehari-hari, dan mengubah daerah
resapan air menjadi bangunan lain.
Proses Terjadinya Proses terjadinya daur air, dikarenakan : 1. Evaporasi Proses evaporasi merupakan proses awal dari daur air yaitu penguapan air yang terjadi adanya energi panas yang bersumber dari matahari. Air akan berubah menjadi uap air kemudian akan menuju lapisan atmosfer.
2. Transpirasi Proses transpirasi merupakan proses yang terjadi dari air yang diserap oleh akar tanaman dan disalurkan ke daun untuk proses fotosintesis kemudian hasil nya akan dikeluarkan dari tanaman melalui stomata.
3. Sublimasi Proses sublimasi merupakan perubahan uap air dari es di kutub utara yang mencair yang berperan dalam pembentukan air di udara.
4. Kondensasi Proses kondensasi merupakan perubahan uap air menjadi partikel es yang sangat kecil yang dihasilkan dari suhu udara yang sangat rendah yang ada di lapisan atmosfer.
Gambar proses Siklus air
Jenis-Jenis Siklus Air
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, terdapat beberapa jenis siklus air yang bergantung pada proses pandek atau panjangnya tahapan siklus. Jenis-jenis siklus air meliputi siklus hidrologi pendek, siklus sedang dan siklus panjang.
1. Siklus Hidrologi Pendek (Siklus Kecil)
Siklus Hidrologi Pendek
Siklus yang pertama adalah siklus hidrologi pendek atau sering dikenal sebagai siklus kecil. Gambar siklus air kecil merupakan siklus yang paling sedehana karena secara prosesnya hanya mencapai beberapa tahapan saja.
Uap air yang terbentuk melalui evaporasi air laut kemudian akan diturunkan sebagai hujan pada daerah sekitar laut. Siklus ini tergolong siklus yang pendek karena tidak adanya proses adveksi atau pergerakan uap air oleh angin. Berikut adalah proses terjadinya siklus hidrologi pendek
Sinar matahari memberikan energi panas pada air laut sehingga menyebabkan air laut menguap dan kemudian berubah menjadi uap air.
Setelah mengalami penguapan, uap air akan mengalami kondensasi (pengembunan) dan menjadi awan yang mengandung uap air.
Awan yang terbentuk kemudian mencapai titik jenuh sehingga akan menyebabkan terjadinya hujan di permukaan laut.
Air hujan yang turun di permukaan laut kemudian akan mengalami siklus kembali, dimulai dari penguapan air sampai turunnya hujan lagi, hal ini terjadi secara berkelanjutan dan terus-menerus.
2. Siklus Sedang
Siklus Sedang
Berikutnya adalah gambar siklus air sedang. Sesuai namanya siklus ini mempunyai proses dan tahapan yang cukup panjang atau “sedang” dibandingkan siklus hidrologi pendek.
Siklus sedang ini umum terjadi di wilayah Indonesia. Uap air yang terbentuk dari proses penguapan air sungai,danau,laut atau sumber air lainnya. Kemudian mengalami kondensasi yang terkonsentrasi membentuk awan, karena proses adveksi, awan yang terbentuk dibawa oleh angin kemudian bergerak menuju wilayah di dekat laut.
Berikut penjelasan proses terjadinya siklus sedang,
Uap air terbentuk, akibat proses penguapan yang disebabkan karena pemanasan dari sinar matahari.
Setelah proses evaporasi, uap air akan terbawa angin sehingga mampu bergerak menuju daratan.
Uap air akan membentuk awan dan berubah menjadi hujan.
Air hujan akan turun dipermukaan kemudian mengalami run off menuju sungai dan mengalir kembali ke laut.
3. Siklus Panjang
Siklus Panjang
Siklus panjang adalah siklus air yang biasanya terjadi pada daerah yang beriklim subtropics/ empat musim seperti musim panas, musim semi, musim gugur dan musim dingin.
Gambar siklus air panjang dalam prosesnya sama seperti siklus sedang. Akan tetapi perbedaannya terletak pada jangkauan daerah siklus panjang yang lebih luas dibandingkan siklus sedang. Dalam prosesnya, awan yang terbentuk dalam siklus panjang tidak langsung diubah menjadi air hujan, melainkan membentuk hujan salju dan terbentuknya gletser.
Berikut proses terjadinya siklus panjang,
Sinar matahari menyebabkan air laut menguap menjadi uap air karena proses pemanasan.
Uap air akan mengalami proses sublimasi.
Proses sublimasi inilah yang menyebabkan uap air berubah bentuk menjadi awan yang mengandung Kristal-kristal es.
Kemudian awan akan bergerak terbawa angin menuju darat.
Awan akan mengalami presipitasi turunnya hujan dalam bentuk salju.
Salju yang menumpuk kemudian akan membentuk gletser.
Gletser inilah yang akan mencair menjadi air kemudian mengalami run off mengalir ke permukaan tanah dan menuju ke sungai.
Air yang mengalir ke sungai akan diteruskan menuju laut.
No comments:
Post a Comment